Koreksi
Koreksi
Berita Utama

Ahli Waris Desak Transparansi Yayasan Tengku Amir Hamzah di Tengah Polemik Lahan Hibah

7
×

Ahli Waris Desak Transparansi Yayasan Tengku Amir Hamzah di Tengah Polemik Lahan Hibah

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Medan, Polemik yang berkembang terkait Universitas Amir Hamzah kembali mendapat perhatian publik. Kali ini, klarifikasi datang dari Fizar Taus Mirza, yang mengaku sebagai cicit Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya yang dilihat media Selasa, (04/8/2026), Fizar menyampaikan pernyataan resmi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik leluhurnya.

Unggahan tersebut turut menyertakan pemberitaan mengenai dugaan penyusutan lahan Universitas Amir Hamzah serta tanggapan Raja Urung Senembah, Wan Chaidir Baros.

Dalam pernyataannya, Fizar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam kepengurusan maupun pengambilan keputusan di Yayasan Tengku Amir Hamzah.

Fizar menjelaskan, satu-satunya anggota keluarga yang pernah menjadi bagian dari yayasan hanyalah almarhum neneknya yang merupakan putri kandung Tengku Amir Hamzah dan tercatat sebagai salah seorang pendiri yayasan.

Firza menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kepengurusan maupun pengambilan keputusan di Yayasan Tengku Amir Hamzah.

“Segala kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh yayasan merupakan tanggung jawab para pengurusnya, bukan tanggung jawab saya sebagai ahli waris,” tulis Fizar dalam pernyataan klarifikasinya.

Fizar juga mengakui bahwa masyarakat kerap mengaitkan keluarga besar Tengku Amir Hamzah dengan pengelolaan universitas karena nama Pahlawan Nasional tersebut digunakan sebagai identitas perguruan tinggi.

Namun, Firza menegaskan bahwa keluarga tidak berada dalam struktur organisasi yayasan maupun memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan lembaga tersebut.

Katanya, untuk menghindari kesalahpahaman, ia perlu menegaskan bahwa keluarganya tidak berada dalam struktur pengurus yayasan dan tidak ikut menentukan kebijakan yayasan.

Dalam klarifikasi itu, Fizar juga berharap Yayasan Tengku Amir Hamzah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan universitas, termasuk aset-aset yang menjadi perhatian publik belakangan ini.

Menurutnya, keterbukaan merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat sekaligus penghormatan terhadap nama besar Tengku Amir Hamzah yang digunakan oleh institusi pendidikan tersebut.

Katanya, sebagai ahli waris, mereka juga berharap Yayasan Tengku Amir Hamzah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan universitas dan aset-asetnya.

“Keterbukaan merupakan bagian dari akuntabilitas kepada masyarakat serta bentuk penghormatan terhadap nama besar Tengku Amir Hamzah yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut,” tulisnya.

Firza berharap, Universitas Amir Hamzah dapat terus dikelola secara profesional, transparan, dan tetap berpegang pada cita-cita luhur pendidikan.

“Harapan kami sederhana, semoga Universitas Amir Hamzah dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tetap berpegang pada cita-cita luhur pendidikan serta menjaga kehormatan nama Tengku Amir Hamzah,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya sorotan publik terkait dugaan penyusutan luas lahan Universitas Amir Hamzah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial maupun sejumlah pemberitaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Yayasan Tengku Amir Hamzah terkait klarifikasi yang disampaikan ahli waris tersebut, maupun isu yang berkembang mengenai pengelolaan aset universitas. (Red/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *