KOREKSI Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur (Kaltim) menggerebek sejumlah tempat hiburan di kawasan Kapten Sujono dan Solong, Kota Samarinda, Sabtu (22/11/2025) malam lalu.
Tempat hiburan malam itu “diobrak-abrik” lantaran diduga menjadi lokasi layanan prostitusi terselubung, berkedok kafe. Dimana diketahui, praktik prostitusi berkedok kafe didaerah tersebut menjamur.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim menjelaskan, penggerebekan dilakukan di enam titik di Kapten Sujono.
Sejumlah barang bukti diamankan dari kafe yang menggunakan izin UMKM sebagai kedok. “Modusnya kafe, tapi praktiknya menjual layanan prostitusi. Ini sudah menjamur dan harus segera kami tindak,” ujar Edwin, Senin (24/11/2025).
Hal serupa juga terjadi di kawasan Solong. Meski lokalisasi telah resmi ditutup sejak beberapa tahun silam, namun praktik prostitusi masih berjalan dengan mengubah bentuk usaha menjadi kafe malam.
“Beralih fungsi jadi tempat hiburan malam dengan layanan plus-plus. Polanya sama seperti di bekas lokalisasi lain yang sudah ditutup,” terangnya.
Menurutnya, banyak tempat hiburan memanfaatkan izin UMKM melalui OSS, tetapi peruntukannya disalahgunakan. “Izinnya UMKM, tetapi dipakai untuk kegiatan yang menyimpang. Ini harus ditinjau ulang dan bisa kami rekomendasikan untuk dicabut,” ujarnya.
Mirisnya lagi, dalam operasi itu petugas menemukan dua orang perempuan berusia 16 tahun diduga sebagai pekerja seks. Kedua bocah “bau kencur” yang masih dibawah umur itu berasal dari Samarinda dan Jawa Barat.
“Ini sudah menjangkau anak dibawah umur. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pendataan dan penanganan lanjutan,” tukasnya.
Bahkan, petugas juga menemukan pekerja yang membawa anak kecil. Atas dasar itu, Satpol PP meminta peran aktif Dinas Sosial untuk memastikan perlindungan terhadap mereka.
Edwin menegaskan tidak ada toleransi bagi praktik prostitusi berkedok kafe. “Tempat-tempat yang melanggar akan kami rekomendasikan untuk ditutup dan izinnya dicabut,” tegasnya. (Red/27)






