KOREKSI, Tak banyak orang mengetahui, beberapa jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat mempengaruhi fungsi otak dan berpotensi membuat IQ menurun jika dilahap secara berlebihan dalam jangka panjang.
Pola makan tinggi gula, lemak jahat, dan garam dapat memicu peradangan, mengganggu aliran darah ke otak. Hal ini dapat memengaruhi keseimbangan zat kimia otak yang berperan dalam konsentrasi dan daya ingat.
Otak membutuhkan asupan nutrisi yang stabil seperti protein berkualitas, lemak sehat, vitamin B, zat besi, dan antioksidan. Sebaliknya, makanan tinggi lemak trans, gula tambahan, dan natrium berlebih bisa mengganggu kerja sel saraf.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, maka fungsi kognitif dapat menurun dan berdampak pada kemampuan belajar serta berpikir. Berikut beberapa jenis makanan penyebab IQ turun.
Minuman manis kemasan
Minuman manis dan soda mengandung gula tambahan yang tinggi. Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu regulasi glukosa dalam tubuh dan mempengaruhi area otak yang berperan dalam pembelajaran dan memori.
Asupan gula yang terlalu sering juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati, peningkatan risiko depresi, serta gangguan konsentrasi.
Gorengan
Gorengan, makanan cepat saji, dan camilan olahan sering mengandung lemak trans dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Lemak jenis ini dapat meningkatkan kolesterol jahat, memicu peradangan, serta mengganggu aliran darah ke otak.
Sebuah studi menemukan, makanan cepat saji dapat mengubah enzim kimia di otak yang dapat menyebabkan gejala depresi dan kecemasan.
Sosis
Sosis, nugget, daging asap, dan produk olahan lainnya umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, serta bahan pengawet seperti nitrat. Konsumsi rutin dalam jumlah besar dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif.
Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi daging merah olahan secara berlebihan berhubungan dengan risiko demensia yang lebih tinggi dibandingkan konsumsi dalam jumlah terbatas.
Kopi berlebihan
Kafein dalam jumlah normal bisa membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, konsumsi berlebihan dapat mengganggu pola tidur dan meningkatkan kecemasan. Kurang tidur kronis sendiri terbukti berdampak negatif pada daya ingat dan kemampuan berpikir jangka panjang.
Alkohol
Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat menyebabkan perubahan struktur otak, terutama pada area yang mengatur pengambilan keputusan dan kontrol diri. Mengkonsumsi terlalu banyak juga dikaitkan dengan gangguan daya ingat dan peningkatan risiko demensia. (Red/55)












