Kabar

SMAN 2 Pamekasan Tolak Seribuan Porsi MBG Menu Lele ‘Mentah’

8
×

SMAN 2 Pamekasan Tolak Seribuan Porsi MBG Menu Lele ‘Mentah’

Sebarkan artikel ini
Penampakan menu MBG lele yang viral.

KOREKSI Pamekasan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin kesini semakin memprihatinkan. Setelah sebelum-sebelumnya banyak ditemukan kasus keracunan, kini ada penemuan menu MBG yang dianggap nyeleneh.

Dimana, sekitar 1.022 porsi MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (09/3/2026) ke SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa ditolak pihak sekolah.

Pasalnya, ada ditemukan ikan lele mentah, bahkan ada yang masih hidup dalam menu MBG. Lele hidup, tanpa dicuci dimasukkan ke satu kotak dengan dua iris tahu dan dua iris tempe. Paket MBG yang ditolak SMAN 2 Pamekasan itu adalah jatah siswa selama tiga hari kedepan. Mulai Senin, Selasa, hingga Rabu.

Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin mengatakan, menu MBG sengaja ditolak karena kondisinya sudah amis. Bahkan berselang beberapa jam diprediksi akan membusuk.

“Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik,” bebernya.

Pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan menu tersebut karena khawatir akan membahayakan siswa. Sebab, lele mentah akan merusak tempe dan tahu.

Selain itu, menu MBG berpotensi tidak dibawa pulang oleh siswa. Sehingga akan mencemari lingkungan sekolah. “Baunya sangat amis. Siswa pun tidak ingin menerimanya,” katanya.

Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil mengakui adanya penolakan menu MBG di SMAN 2 Pamekasan. Ia pun mengaku sudah meminta maaf kepada pihak sekolah. “Kami meminta maaf. Dengan adanya penolakan ini, kami akan terus mengevaluasi diri dan terus memperbaiki,” katanya.

Fikri menjelaskan, penggunaan lele marinasi sengaja dilakukan untuk menjaga gizi siswa. Sebab, lele marinasi mentah gizinya lebih banyak dibanding lele yang dimasak dua kali.

“Lele marinasi itu tahan satu hari. Kami sudah lakukan uji coba di dapur,” katanya sembari memastikan, tidak ada satu pun lele yang masih hidup didistribusikan ke sekolah. (Red/33)