Kabar

Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rohil Digeruduk dan Dirusak Warga

1
×

Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rohil Digeruduk dan Dirusak Warga

Sebarkan artikel ini
Rumah terduga bandar narkoba di Rokan Hilir digeruduk warga.

KOREKSI.co Riau, Rumah terduga bandar narkoba di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dirusak dan dibakar warga. Kasus tersebut sempat bikin geger usai videonya tersebar luas di medsos.

Menurut Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, kasus tersebut dipicu konflik dua orang ibu-ibu di medsos. Menurutnya, ada ibu-ibu yang tidak terima anaknya diberi THR oleh seorang ibu diduga pemilik rumah yang disebut bandar narkoba.

“Ibu-ibu ini ribut tidak terima ‘kenapa kok anak saya dikasih uang THR, padahal kamu (pemberi) ada stigma negatif'”. Kemudian dimediasi di Polsek Panipahan. Namun, mediasi gagal, terjadi penghinaan lagi, emosi, masuk ke media sosial sehingga memancing reaksi masyarakat lainnya,” ungkap Hengki, Senin (13/4/2026).

Kemudian katanya, ratusan warga mendatangi rumah terduga bandar narkoba tersebut. Warga melempar berbagai benda dan merobohkan pagar hingga melakukan pembakaran.

Hengki tidak menampik bahwa persoalan peredaran narkoba di wilayah tersebut memang menjadi keresahan masyarakat. Disebutnya, Panipahan merupakan daerah perbatasan yang rawan jalur penyelundupan.

“Sebagian besar narkoba yang kami ungkap berasal dari luar negeri. Wilayah Panipahan ini berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga memiliki kerawanan tersendiri,” kata Hengki.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan ratusan warga merusak dan membakar rumah diduga pelaku bandar narkoba, di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Jum’at (10/4/2026), viral di medsos.

Warga yang terdiri dari lelaki dan perempuan menggeruduk sebuah rumah permanen yang disebut rumah bandar narkoba. Dalam video itu, warga melempar rumah dan mendobrak gerbang masuk.

Sejumlah sepedamotor yang mereka temukan di rumah itu dirusak dan dimasukkan ke dalam parit. Warga tampak sudah sangat marah. Sejumlah sepedamotor dan barang-barang di rumah tersebut dibakar massa.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi kewalahan menenangkan warga. Dalam video itu warga juga menyebutkan, aksi ini dilakukan karena warga sudah muak akibat lambatnya penegak hukum Polres Rokan Hilir terhadap pelaku narkoba.

“Ini di Panipahan, Rokan Hilir. Ini rumah bandar sabu. Inilah kalau sudah masyarakat yang bertindak, akibat lemahnya penegak hukum,” kata warga dalam video viral tersebut.

Dalam orasinya, massa mendesak polisi untuk segera menutup seluruh tempat yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba dan meminta menangkap seseorang berinisial MA yang diduga pengedar sabu.

Warga juga mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Sekitar pukul 16.20 WIB, warga bersama para tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan, bergerak menuju rumah seorang warga bernama Ali yang diduga terkait jaringan narkoba.

Di lokasi, emosi massa memuncak hingga terjadi aksi pelemparan, perusakan, bahkan pembakaran. Jumlah massa yang awalnya sekitar 150 orang meningkat drastis menjadi sekitar 500 orang.

Dalam aksi tersebut, 4 unit sepedamotor dibakar, sementara barang-barang di dalam rumah dikeluarkan dan ikut dibakar di depan rumah. Rumah tersebut juga sempat dibakar, meskipun api tidak langsung membesar karena bangunan terbuat dari beton. (Red/45)