Berita Utama

Robohnya Mushala Ponpes Al Khoziny Diduga Akibat Kegagalan Konstruksi

36
×

Robohnya Mushala Ponpes Al Khoziny Diduga Akibat Kegagalan Konstruksi

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Sidoarjo, Robohnya bangunan mushala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) lalu, diduga akibat kegagalan konstruksi. Hal itu disimpulkan Analisis tim SAR gabungan bersama ahli konstruksi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

“Konstruksi bangunan yang utamanya empat lantai kemudian akibat ini jatuhnya adalah kegagalan konstruksi. Kemudian berubah menjadi tumpukan atau pancake model,” kata Kepala Subdirektorat Pengendali Operasi Bencana dan Kondisi Membayakan Manusia dari Direktorat Operasi Kantor Basarnas Pusat, Emi Freezer, Rabu (01/10/2025).

Menurut tim SAR, struktur pancake terjadi karena lantai runtuh secara vertikal dan bertumpuk akibat kegagalan elemen penahan beban. Pusat gravitasi bangunan berada di sisi kiri, yang membuat akses menuju sisi lain terhambat.

“Sehingga pada saat posisi gravity of center yang ada di posisi tengah ini menutup akses, maka akses di sebelah tertutup sama sekali karena sudah sama-sama flat dengan lantai dasar,” jelas Freezer.

Saat ini katanya, kolom tengah bangunan berbentuk hampir menyerupai u-shape. “Artinya kalau kita melihat konstruksi dari sebuah bangunan secara standarnya adalah apabila dia mengalami kegagalan konstruksi, harusnya dia patah. Bukan melengkung atau artinya kalau kita melihat ini adalah elastisitasnya sangat tinggi,” tuturnya.

Freezer menyimpulkan bahwa ambruknya mushala disebabkan ketidakmampuan struktur menahan beban. “Dari bukti ini maka kemampuan nanti untuk menahan beban secara keseluruhan tidak sesuai dengan beban yang ada di sana. Akibatnya adalah maka tercipta void ruang celah-celah sempit yang ada di dalam yang kesulitan untuk kita bisa akses,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut, masih ada puluhan korban yang tertimbun di lokasi. “Kami terus berupaya mengevakuasi diduga 91 orang yang masih terjebak di dalam,” kata Muhari. (Red/77)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *