KOREKSI Medan, Proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Sukaraja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, telah rampung dikerjakan. Warga mengaku senang atas pengerjaan proyek tersebut.
Pasalnya, proyek yang bersumber dana dari APBN tahun 2024 sebesar Rp8,39 miliar itu, dianggap banyak memberikan manfaat terhadap masyarakat, khususnya yang bermukim sekitaran proyek.
“Kami sangat senang atas pengerjaan prasarana pengendalian banjir Sungai Sukaraja yang kini telah selesai dikerjakan. Proyek ini cukup membantu masyarakat, khususnya para petani,” ujar salah seorang warga dan diamini sejumlah warga lainnya di Asahan, Senin (02/2/2026).
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I, Anthoni Sumuang Siahaan menjelaskan, proyek pengendalian banjir Sungai Sukaraja Asahan mencakup pembangunan tanggul.
Menurutnya, program ini bertujuan untuk menanggulangi banjir yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai.
Selain melindungi warga dari ancaman luapan sungai Asahan, proyek ini diharapkan memberi manfaat tambahan, seperti akses jalan baru di sekitar tanggul untuk aktivitas masyarakat, termasuk mempermudah jalur distribusi hasil pertanian.
“Diharapkan, proyek tersebut memberi manfaat tambahan, seperti akses jalan baru di sekitar tanggul untuk aktivitas masyarakat, termasuk mempermudah jalur distribusi hasil pertanian,” ujar Anthoni, Senin.
Anthoni menegaskan, pihaknya melakukan peninggian tanggul menggunakan tanah timbun yang memiliki izin resmi.
Diakuinya, meski sering terjadi banjir, namun tanggul tersebut dapat berfungsi dengan baik sehingga warga desa tidak lagi kebanjiran khususnya yang berada di sekitar tanggul.
“Kita melakukan peninggian tanggul menggunakan tanah timbun yang memiliki izin resmi. Sampai sekarang, walaupun sering terjadi banjir, tanggul kita dapat berfungsi dengan baik sehingga warga desa tidak lagi kebanjiran,” terangnya. (Red/01)












