Hukum & Koreksi

Polisi Amankan 6 Tersangka Praktik Love Scamming

6
×

Polisi Amankan 6 Tersangka Praktik Love Scamming

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Yogyakarta, Pihak Kepolisian dari Polresta Yogyakarta, berhasil membongkar praktik love scamming tingkat internasional di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Praktik love scamming terungkap saat Polresta Yogyakarta melakukan patroli siber di media sosial Facebook dan menemukan unggahan lowongan kerja yang mencurigakan.

Saat dilakukan pendalaman, diketahui bahwa kantor bernama PT Altair Trans Services beralamatkan di Jalan Gito Gati Kabupaten Sleman, DIY. Selanjutnya, Polisi melakukan penggerebekan, Senin (05/1/2026) lalu.

Dari penggerebekan yang dilakukan, polisi mengamankan dan menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus yang memiliki omzet mencapai puluhan miliar rupiah tersebut.

“6 tersangka yang diamankan yakni R selaku CEO. Kemudian H berperan sebagai HRD, inisial P selaku project manager, V dan G selaku tim leader, serta M selaku project manager,” ujar Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, Rabu (07/1/2026).

Dijelaskannya, PT Altair Trans Service adalah penyedia tenaga kerja sesuai dengan klien, dengan mempekerjakan sekitar 200 pegawai yang bertugas bercakap-cakap melalui aplikasi kencan.

Target mereka adalah warga negara asing dari sejumlah negara, diantaranya Amerika, Kanada, Australia, hingga Inggris. Setelah akrab dengan klien, para pegawai mengirimkan konten-konten pornografi kepada klien dengan syarat harus membeli koin agar konten tersebut dapat dibuka.

“Dalam pelaksanaanya, para pekerja menjalankan aktivitas sebagai admin percakapan aplikasi kencan daring diinstal di device baik di hp, laptop, beserta foto dan video di dalamnya porno,” katanya.

Menurutnya, pegawai atau yang disebut agen ini berperan sebagai wanita sesuai dengan asal negara korban, yaitu Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia.

“Karyawan lakukan pendekatan bujuk rayu, dengan tujuan korban melakukan transaksi pembelian koin dan kirim gift. Interaksi tersebut karyawan mengirimkan konten foto atau video pornografi untuk akses foto video user harus kirimkan gift dengan besaran tertentu,” jelas Pandia.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian menambahkan, praktik love scamming sudah berjalan satu tahun. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa setiap shift dapat mengumpulkan 2 juta koin per bulannya, dimana setiap 16 koin seharga 5 dollar.

“Secara kalkulasi per shift itu dapat Rp10 miliar lebih satu bulannya. Sedangkan dalam pekerjaannya mereka dibagi menjadi 3 shift,” ujarnya.

Rizky menjelaskan, aplikasi yang digunakan adalah aplikasi kloningan dari China bernama WOW. PT Altair Trans Service penyedia karyawan di Indonesia ini berperan mencari konsumen melalui aplikasi tersebut. (Red/45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *