KOREKSI Tanjungbalai, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai resmi meluncurkan Gerakan Tadarus Berjamaah dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.
Peresmian kegiatan religi ini dihadiri Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, di Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Sabtu (07/3/2026) malam lalu.
Selain itu, juga turut dihadiri Wakil Walikota Muhammad Fadly Abdina, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, jajaran OPD, hingga tokoh masyarakat dan agama.
Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menyampaikan bahwa Gerakan Tadarus Berjamaah merupakan ide spontan guna menyambut peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan lalu.
“Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung intensif selama enam hari kedepan. Puncaknya, pengajian dari seluruh OPD ini ditargetkan khatam pada 16 Maret 2026,” jelas Walikota.
Mahyaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menggaungkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di setiap penjuru kota. Ia meyakini bahwa dengan keberkahan Al-Qur’an, Tanjungbalai akan senantiasa terlindungi dari bencana dan semakin diridhoi.
“Kami berharap ayat suci Al-Qur’an terus berkumandang di Tanjungbalai agar kota kita terhindar dari marabahaya. Selain itu, di tengah kekhusyukan ibadah, saya juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama kebakaran,” tutup Walikota.
Sebelumnya, Ketua BKM Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, Darwin Ahmad, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, gerakan yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini merupakan langkah nyata dalam memakmurkan masjid.
“Kami sangat berterimakasih atas gagasan Pemko Tanjungbalai. Semoga melalui gerakan tadarus ini, cita-cita mewujudkan Tanjungbalai sebagai kota religius dapat tercapai,” ujar Darwin.
Ia juga menyampaikan bahwa pada malam 27 Ramadhan mendatang, pihak BKM akan menghadirkan para qori ternama untuk semakin menyemarakkan bulan suci Ramadhan.
Acara launching ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Azlan Lubis, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa fase pertengahan Ramadhan merupakan waktu yang sangat berharga, bahkan melebihi nilai emas.
“Amalan terbaik di pertengahan Ramadhan adalah memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an dan memulai niat iktikaf di masjid. Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam berpikir dan bertindak adalah kewajiban setiap Muslim,” tutur Ustadz Azlan. (Red/76)












