Berita Utama

Kericuhan “Warnai” Kongres Askab PSSI Jember 2025

7
×

Kericuhan “Warnai” Kongres Askab PSSI Jember 2025

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Jember, Pelaksanaan Kongres Askab PSSI Jember tahun 2025, Rabu (10/12/2025) lalu, berujung ricuh. Kericuhan yang “diwarnai” saling gebrak meja itu, lantaran pelaksanaan kongres dinilai melanggar Statuta PSSI.

Kongres turut dihadiri Sekretaris KONI Jember, Pasca Hidayat dan perwakilan Dispora Yunita Maharani, serta Komite Sepakbola Asprov Jatim Miko Agus Probadi, juga puluhan voter.

Sedangkan, Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Ketua Askab PSSI, Abdullah Waid, yang dijadwalkan hadir pada acara tersebut, tidak terlihat dilokasi kongres yang dipimpin Wakil Ketua PSSI Jember, Andik Selamet.

Dalam kongres, Wakil Sekretaris PSSI Jember, Nila Widya protes, hingga mendekati meja sidang dan meminta agar kongres dihentikan. Kemarahan Nila kian memuncak hingga saling gebrak meja lantaran tidak digubris oleh Andik Selamet selaku pemimpin sidang.

Nila mengatakan bahwa pemberitahuan terhadap voter seharusnya dilakukan 2 bulan sebelumnya, dan pada statuta yang baru disebut 4 minggu sebelumnya. “Apalagi dalam pelaksanaan kongres kali ini voter baru diberitahu 3 hari sebelumnya, ini jelas melanggar statuta,” tegas Nila.

Nila terkejut melihat laporan anggaran organisasi Askab dan menilai laporan keuangan sangat perlu dipertanyakan. Dimana, kegiatan selama tahun 2025 sebesar Rp172 juta, terdapat minus Rp99.500.000.

Atas dasar itu, Nila mendesak pengurus Asprov PSSI Jawa Timur menolak pelaksanaan kongres tahunan Askab PSSI Jember tahun 2025. “Jika terus dilanjutkan maka kongres tahunan ini cacat hukum dan cacat prosedur karena dinilai melanggar Statuta,” tukasnya.

Sementara, Sekretaris Askab PSSI Jember, Jaya Hartono menyebut, tahapan pelaksanaan kongres tidak memenuhi aturan sebagaimana dimaksud dalam Statuta PSSI.

Jaya mengatakan, dirinya selaku Sekretaris Askab PSSI sama sekali tidak difungsikan dalam seluruh tahapan pelaksanaan kongres. “Saya merasa tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kongres. Jadi saya tidak tahu menahu soal kongres itu,” katanya. (Red/45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *