Berita Utama

Keamanan Kebun PTPN IV Regional II Diduga Aniaya Mantan Anggota TNI Hingga Tewas

15
×

Keamanan Kebun PTPN IV Regional II Diduga Aniaya Mantan Anggota TNI Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

KOREKSI Deli Serdang, Mantan anggota TNI berinisial IU (44) warga Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, meninggal dunia diduga usai dianiaya petugas pengamanan kebun
PTPN IV Regional II.

Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto (46) mengatakan, peristiwa itu terjadi di Dusun 13 Tegal Rejo, Desa Bulu Cina, Senin (02/3/2026) malam. Peristiwa itu diketahuinya usai Kepala Desa Bulu Cina menghubunginya dan memberitahu bahwa ada warga mereka yang ketahuan mencuri sawit, Selasa (03/3/2026) sekira pukul 00.30 WIB.

“Saya ditelepon Pak Kades, beliau bilang ‘Pak Kadus, ada warga yang nyuri sawit, tapi sudah meninggal di klinik Asia Medika’,” ujar Sudarmanto menirukan ucapan Kepala Desa Bulu Cina, Rabu (04/3/2026).

Sudarmanto kemudian mengecek orang yang diduga mencuri sawit tersebut. Setelah dicek, korban ternyata adalah IU, yang merupakan adik iparnya.

Dia pun mendatangi Klinik Asia Medika Tandam. Setibanya di sana, keluarga menemukan korban telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh lebam-lebam.

Merasa curiga, pihak keluarga membawa jasad korban ke RS Djoelham Binjai untuk diautopsi. Namun, setibanya di sana, pihak rumah sakit meminta surat resmi dari pihak kepolisian untuk permintaan autopsi itu.

Alhasil, pihak keluarga membawa jasad korban ke Polsek Hamparan Perak sekaligus membuat laporan. Pada akhirnya, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk diautopsi.

“Sekitar pukul pukul 07.30 WIB, kita bawa ke RS Bhayangkara untuk melakukan autopsi. Sampai RS Bhayangkara sekitar pukul 09.30 WIB. Kita langsung ke ruang jenazah. Di situ sampai dengan selesai autopsi,” sebutnya.

Autopsi selesai dilakukan pada Selasa sore harinya. Setelah autopsi, pihak keluarga membawa jasad korban ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sudarmanto mengatakan bahwa sebelum kejadian itu, korban memang tengah keluar rumah. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui ke mana korban pergi.

Belakangan, baru diketahui kalau korban telah meninggal dunia usai diduga kepergok mencuri sawit. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban awalnya dipergoki oleh para petugas keamanan di tempat agen sawit.

Setelah itu, korban dibawa ke salah satu tempat yang tak jauh dari lokasi dan dianiaya. Kemudian, petugas keamanan membawa korban ke klinik.

“(Pengeroyokan) di luar perkebunan, tepatnya di perkampungan. Mereka (pelaku) menunggu di agen sawit, di dekat situlah dipukuli. Pihak klinik bilang begitu sampai korban sudah meninggal,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap kematian korban bisa diusut petugas kepolisian. Sudarmanto juga menyesalkan perbuatan para terduga pelaku yang menganiaya adik iparnya hingga tewas.

“Kami minta keadilan terhadap kasus ini. Kami mengakui korban bersalah, tapi kok mesti sampai menghilangkan nyawa?, kenapa tidak dilaporkan pihak berwajib?. Kita kan tidak boleh untuk main hakim sendiri,” sebut Sudarmanto.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dikeroyok sekitar 6 orang petugas pengamanan perkebunan yang ada di wilayah tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PTPN IV Regional II belum terkonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait kasus yang merenggut korban jiwa tersebut. (Red/03)