Berita Utama

Indocement Bakal Kena Sanksi Akibat Debu Semen Cemari Lingkungan

7
×

Indocement Bakal Kena Sanksi Akibat Debu Semen Cemari Lingkungan

Sebarkan artikel ini

JABAR, koreksi.co/ – Pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kebocoran. Debu semen pun berterbangan hingga mencemari lingkungan disekitarnya.

 

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, angkat bicara dan bakal menjatuhkan sanksi ke pihak PT Indocement akibat kebocoran fasilitas produksinya yang mencemari pemukiman warga.

 

Pria yang akrab disapa KDM alias Kang Dedi Mulyadi itu menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur hukum. Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi di lokasi kejadian.

 

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam produksi di pabrik semen tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Dedi dalam pernyataannya yang diterima, Senin (18/8/2025).

 

Dikatakannya, ada beberapa sanksi yang mungkin bakal diberikan ke pihak PT Indocement, mulai dari administratif, denda, hingga sanksi lain apabila pelanggaran dianggap berat.

 

KDM juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi warga terdampak.

 

“Untuk itu kepada masyarakat mohon tenang, kami akan selalu hadir untuk memberikan pelayanan terhadap berbagai problem yang terjadi di lingkungan masyarakat di Jawa Barat,” ujarnya.

 

Sebelumnya, debu semen sempat beterbangan hingga dua jam karena tertiup angin, sebelum hujan deras turun yang kemudian membersihkan pemukiman warga. Dampak terparah dirasakan warga di RW 5 yang terdiri dari lima RT.

 

Sejumlah warung bahkan sempat menutup dagangannya karena terpapar debu. Warga melaporkan gejala batuk-batuk, terutama anak-anak yang saat kejadian tengah bermain di sekitar lingkungan.

 

Beberapa warga juga merasa terganggu karena rumah dan perabotan mereka dipenuhi debu putih. Meski tidak menimbulkan kerusakan material, dampak kesehatan tetap menjadi perhatian serius. (Red/05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *