KOREKSI Medan, Pola makan yang tidak sehat, menjadi salah satu pemicu berbagai penyakit, salah satunya kanker usus. Dokter menyarankan, konsumsi makanan harus diwaspadai sejak dini.
Dokter spesialis anak Wisvici Yosua Samin mengatakan, pada dasarnya sebagian kasus kanker usus bisa disebabkan oleh faktor bawaan atau genetik yang dimiliki sejak anak. Namun selain itu, faktor eksternal seperti pola makan juga berpengaruh.
“Kasus kanker usus pada anak muda terus meningkat. Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan tinggi pengawet dan zat kimia,” ujar Wiscivi di Jakarta Pusat, mengutip liputan6.
Makanan dengan kadar pengawet tinggi, pewarna sintetis, hingga pemanis berlebih, dapat memicu kerusakan sel sejak usia dini.
“Jika pola makan tidak dijaga, kondisi bawaan tersebut dapat makin memperburuk risiko berkembangnya sel kanker,” ujar dia.
Oleh karena itu, Wiscivi menghimbau para orangtua untuk memberikan makanan yang tepat pada anak sejak dini. Batasi konsumsi makanan instan, camilan kemasan, dan minuman tinggi gula untuk mencegah risiko kanker usus saat si kecil beranjak dewasa.
“Orangtua perlu memahami bahwa makanan sangat berperan. Hindari makanan yang mengandung banyak bahan tambahan kimia. Ini investasi bagi kesehatan anak,” pungkasnya.
Kanker usus merupakan pertumbuhan sel ganas yang tidak terkendali di usus besar. Kanker biasanya dimulai dari polip jinak. Kanker usus biasanya ditandai dengan perubahan pola buang air besar, sakit perut, hingga perdarahan. (Red/33)






