Berita Utama

Fondasi Jembatan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Terancam Ambruk

17
×

Fondasi Jembatan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Terancam Ambruk

Sebarkan artikel ini
Fondasi jembatan proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang diduga dikerjakan asal jadi.

KOREKSI Medan, Fondasi proyek peningkatan jembatan milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang di Jalan Mesjid, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, terancam ambruk.

Jembatan yang belum rampung dan belum diresmikan itu justru menunjukkan indikasi kerusakan struktural serius, terutama pada bagian fondasi, memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.

Kekacauan pengerjaan proyek tersebut mencuat bermula dari unggahan Ewi Pane di akun Facebook pribadinya pada Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam foto yang beredar, terlihat struktur bawah jembatan tergerus, menggantung tanpa penyangga memadai, serta tanah di sekitar fondasi jembatan tampak amblas.

“Belum lagi jembatan ini jadi dan diresmikan, kondisinya sudah seperti ini. Ini kesalahan siapa?,” tulis Ewi, mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang dikerjakan terkesan asal jadi tersebut.

Dari pantauan di lokasi, Kamis (22/1/2026), pekerja proyek terlihat melakukan perbaikan pada fondasi yang tergerus aliran sungai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengendara jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Ironisnya, papan informasi atau plank proyek tidak tampak di area pekerjaan, sehingga publik kesulitan mengakses detail teknis dan penanggungjawab proyek ‘siluman’ tersebut.

Berdasarkan data lelang, proyek ini tercatat sebagai Peningkatan Jembatan Sei Seruai pada ruas Jalan Kongsi V–Jalan Mesjid, Kecamatan Patumbak, dengan kode lelang 10044121000.

Satuan kerja pelaksana adalah Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang. Proyek ini dibiayai dari APBD 2025 dengan pagu dan HPS sebesar Rp3.426.181.042. Sementara, nilai proyek yang beredar di publik mencapai Rp3,928 miliar.

Proses tender berlangsung pada 13 Juni – 11 Juli 2025 dan kini berstatus selesai, proyek tersebut mulai dikerjakan sekitar November 2025 lalu.

Salah seorang yang mengaku sebagai mandor baru di lapangan, berinisial AN mengakui kalau fondasi yang tampak tidak kokoh dan jadi sorotan publik lantaran berpotensi membahayakan tersebut, akibat abrasi.

“Apalagi sebelumnya debit air sempat tinggi di sini karena banjir tanggal 27 November 2025. Itu pula yang membuat kondisi fondasi akhirnya hancur dan kami perbaiki lagi,” katanya.

AN juga mengakui kalau masa pengerjaan ada keterlambatan dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.

“Kan tidak mungkin sewaktu hujan-hujan kemarin anggota kerja. Makanya ada kompensasi sehingga pengerjaannya paling lama harus siap dalam Januari 2026 ini,” ungkapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun dari seorang warga menyebutkan, meski dilakukan perbaikan pada pekerjaan proyek tersebut, namun diduga proyek tersebut tidak memiliki daya tahan yang kuat.

“Kalau saya lihat proyek ini tidak memiliki daya tahan yang kuat. Jadi dalam hitungan cepat proyek akan mengalami kerusakan,” ujar warga yang mengaku bernama Waman, kepada media Kamis.

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan Republik Corruption Watch (RCW), Sunaryo, mendesak penyidik baik dari kepolisian maupun kejaksaan untuk melakukan penyelidikan terhadap pekerjaan proyek tersebut.

Menurut Sunaryo, meski pekerjaan proyek telah diperbaiki, namun pihaknya tetap akan melaporkan kasusnya ke lembaga penyidik. “Kasusnya tetap kita laporkan untuk dilakukan pengusutan,” ujarnya kepada media di Medan, Jum’at (23/1/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang, maupun pihak terkait lainnya belum terkonfirmasi untuk dimintai tanggapannya. (Red/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *