KOREKSI Medan, Diskusi pimpinan Elang Tiga Hambalang (ETH) Nasional dan ETH Provinsi Sumatera Utara mengagendakan fungsi dan peran organisasi untuk melakukan monitoring ditubuh manajemen Holding PTPN III.
Mengingat, sejak penggabungan 13 (tiga belas) perusahaan dibawah Holding Perkebunan Nusantara, menjadi dua Sub Holding, yakni PalmCo dan SupportingCo.
Subholding PalmCo dibentuk melalui penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN. Sedangkan Subholding SupportingCo dibentuk melalui penggabungan PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV ke dalam PTPN I.
Pembentukan PalmCo dan SupportingCo merupakan implementasi dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian, khususnya dibidang ketahanan pangan dan energi.
Sejumlah masyarakat menaruh harapan besar agar ETH tidak hanya sebagai penonton tapi berani mengambil sikap menjadi wasit turun ke lapangan. Hal ini terkait beberapa laporan masyarakat tentang tata kelola perusahaan yang seyogyanya sesuai maksud dan tujuan anggaran dasar.
Namun ditemukan masih adanya indikasi yang tidak sesuai peraturan perundangan undangan yang berlaku. Kalangan aktivis dan masyarakat menghenghendaki agar ETH dapat menjadi “Mata dan Telinga” Presiden Prabowo, sehingga menjadikan BUMN sehat dan bermartabat.
Integrasi PTPN Group merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan melalui hilirisasi sektor pangan, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Selain itu, juga membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim melalui akselerasi pengembangan energi terbarukan.
PalmCo diharapkan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia dari sisi luas lahan, dan akan menjadi pemain utama industri sawit dunia. Sehingga, PTPN dipercaya mampu berkontribusi meningkatkan produksi CPO nasional dan minyak goreng dalam negeri. PTPN memperkirakan, produksi minyak gorengnya akan meningkat.
Sedangkan, SupportingCo akan menjadi Perusahaan Pengelola Aset Perkebunan Unggul, yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi dan divestasi aset, pengelolaan tanaman perkebunan, diversifikasi usaha lainnya, serta green business yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Untuk itu, ETH menyatakan siap ikut melakukan monitoring dan pengawasan terhadap tata kelola perusahaan sehingga tidak terjadi kelalaian oknum dalam menjalankan perintah jabatan.
Demikian dikatakan Ketua ETH Sumut, Bahar Efendi Pulungan SH, kepada media disalah satu hotel berbintang di Medan, Senin (29/9/2025) sore.
“Pada hakekatnya informasi yang disampaikan masyarakat akan kami jadikan agenda penting untuk kami sampaikan ke Presiden Prabowo secara tertulis melalui ETH Nasional,” ujar Ketua ETH Sumut, Bahar Efendi Pulungan SH didampingi Sekretaris, Ir H. Yusmansyah BBA, MT dan Humas, Ratno SH, MM.
Dikatakannya, merger PTPN Group merupakan salah satu skema yang dijalankan oleh Kementerian BUMN. Salah satu tujuannya, yakni untuk efisiensi dan peningkatan berbagai indikator keuangan serta operasional perseroan.
Bahar Efendi Pulungan SH, menambahkan bahwa tantangan yang kerap muncul dalam merger sebuah perusahaan adalah terkait integrasi SDM.
“Saya berharap kekompakan ini harus terus dijaga sehingga tidak akan ada gejolak yang mengganggu kinerja perusahaan, dimana PalmCo akan fokus meningkatkan hilirisasi produk-produk kelapa sawit,” ucapnya.
Menurutnya, integrasi PTPN Group melalui pembentukan PalmCo dan SupportingCo merupakan wujud nyata strategi korporasi guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Integrasi ini memperkuat posisi perusahaan karena memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, dimana perusahaan didukung dengan pemanfaatan sumber daya lahan, sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta digitalisasi yang unggul.
Ia menyampaikan, transformasi yang dilakukan PTPN Group beberapa tahun terakhir yang berdampak signifikan dalam menjalankan seluruh bisnis dan aktivitas operasionalnya.
“Perseroan senantiasa memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memiliki dampak terhadap sosial dan lingkungan,” ungkapnya lagi.
Masih terkait BUMN, viral di media sosial, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, mengungkapkan kekesalannya kepada manajemen perusahaan plat merah yang masih membagikan bonus kepada jajaran direksi dan komisaris meski dalam kondisi perusahaan yang merugi.
Untuk itu, ETH akan menyampaikan informasi secara kontinyu kepada Presiden Prabowo, memberi informasi tambahan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan secara objektif.
Dilansir dari sejumlah media, bahkan Prabowo menyebutkan telah memerintahkan manajemen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk membersihkan manajemen BUMN, yang dianggap masih ada yang belum bekerja dengan benar.
“Kadang-kadang (direksi-komisaris BUMN) nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyang. Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget ini,” tegas Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional ke-6 PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025), yang dikutip dari sejumlah sumber.
Lebih lanjut dirinya ingin memerintahkan penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk membantu menyelesaikan permasalahan di BUMN.
Meski demikian Prabowo menyebut akan memberikan kesempatan terlebih dahulu bagi Danantara untuk melakukan bersih-bersih di BUMN dalam dua hingga empat tahun kedepan. (Red/88)










