Berita Utama

Dana Pemeliharaan Kebun Sawit Tanjung Garbus Gegerkan Publik, PTPN IV Regional 2 Disorot

10
×

Dana Pemeliharaan Kebun Sawit Tanjung Garbus Gegerkan Publik, PTPN IV Regional 2 Disorot

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Deli Serdang, Pengalokasian dana pemeliharaan kebun sawit PTPN IV Regional 2 Tanjung Garbus, gegerkan nusantara. Kini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, menjadi sorotan publik. Tak main-main, anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan setiap tahunnya itu, tak diketahui peruntukkannya.

Sejumlah pihak bahkan menduga, anggaran yang dikucurkan perusahaan plat merah itu disalahgunakan oleh oknum-oknum petinggi di PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Atas dasar itu, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut aliran dana perawatan kebun sawit serta harus memeriksa oknum-oknum petinggi di PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus, khususnya GM Rayon Selatan.

“Kami selaku masyarakat, mendesak APH untuk mengusut aliran dana perawatan kebun sawit di Kebun Tanjung Garbus. Kemudian, harus memeriksa oknum-oknum terkait, khususnya GM Rayon Selatan,” ucap sumber masyarakat secara tertulis baru-baru ini.

Sumber menyebut, seseorang yang memiliki jabatan tertinggi di suatu perusahaan tentunya mengetahui kemana dana tersebut mengalir. Apalagi katanya, dana yang dikucurkan cukup fantastis, yakni mencapai miliaran rupiah.

Duit miliaran rupiah yang seharusnya untuk merawat kebun sawit, diduga malah jadi ‘ladang’ korupsi oknum-oknum tak bertanggungjawab. Akibat, dana perawatan selalu digasak, kini kebun sawit PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus, ditumbuhi semak atau tumbuhan liar.

Hal itu tentunya menurunkan produksi sawit, yang berdampak pada kerugian keuangan perusahaan plat merah. Dimana, akibat pohon sawit ‘dikeroyok’ semak, membuat para pemanen enggan untuk memanen Tandan Buah Segar (TBS).

“Kami selaku masyarakat meminta agar APH, dalam hal ini Kejati Sumut, untuk segera atau tidak ragu mengusut dana perawatan kebun sawit PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus, karena merugikan negara miliaran rupiah tiap tahunnya,” tegas sumber.

Disebutkannya, kondisi kebun KSO PTPN IV Regional 2 di Afd 1 Blok 11 TM 2012/2013 Kebun Tanjung Garbus, tidak pernah dirawat/penyemprotan. Padahal anggaran tetap dikeluarkan setiap tahunnya.

“Tidak pernah dirawat. Rumput menjadi tinggi. Bahkan, banyak pohon liar yang tumbuh menutupi jalan, akibatnya pekerja mengalami kesulitan memanen TBS. Dampaknya, banyak TBS yang busuk percuma,” ucap sumber.

Alhasil, kerugian tidak hanya terjadi pada anggaran yang digelontorkan setiap tahunnya saja, namun juga pada hasil panen. Dimana, para pemanen enggan untuk memanen sawit dilokasi yang semak. Akibatnya, TBS busuk percuma.

Para pemanen enggan memanen sawit yang pohonnya semak lantaran takut ada sesuatu yang tidak diinginkan, seperti ular berbisa maupun sarang lebah. Bahkan untuk berjalan menuju ke pohon juga sulit lantaran dipenuhi semak.

“Dana perawatan mencapai miliaran rupiah selama beberapa tahun terindikasi dijadikan lahan untuk kepentingan pribadi demi memperkaya sejumlah oknum,” tukas sumber.

Sumber menyebut, dana perawatan kebun sawit senilai miliaran rupiah diduga disalahgunakan oknum orang dalam untuk dibagi-bagi. Sementara, hasil produksi TBS merosot setiap tahun.

Hingga berita ini dilansir, Rabu (31/12/2025), pihak PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus, dalam hal ini GM Rayon Selatan, belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait “raibnya” duit miliaran rupiah setiap tahun untuk perawatan kebun sawit. (Red/05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *