Berita Utama

Belasan Pelajar di Aceh Selatan Keracunan Usai Santap Menu MBG

15
×

Belasan Pelajar di Aceh Selatan Keracunan Usai Santap Menu MBG

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pelajar menjalani perawatan usai menyantap menu MBG.

KOREKSI Aceh, Belasan pelajar di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,

“Kepolisian menyelidiki dugaan keracunan dialami belasan pelajar usai makan program MBG,” kata Kepala Seksi Humas Polres Aceh Selatan, Ipda Syarif di Aceh Selatan, Senin (02/3/2026).

Sebelumnya, 18 pelajar dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis, Jum’at (27/2/2026).

Makanan program MBG yang dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan yang dikelola Yayasan Ruang Kito Basamo.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum berjalan paralel dengan penanganan medis dan evaluasi teknis dapur. Tim kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polres Aceh Selatan juga memastikan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Proses tersebut dilakukan guna mengumpulkan keterangan yang komprehensif sebelum menarik kesimpulan hukum.

“Kepolisian segera memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi serta mengumpulkan keterangan. Nanti, jika ada perkembangan terkait kasus ini, akan kami sampaikan kembali,” kata Syarif.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Aceh Selatan, Yona Violiska mengatakan, operasional dapur SPPG Ujung Padang Rasian dihentikan sementara.

Ia menyebutkan, penghentian operasional dilakukan setelah tim turun langsung ke SPPG. Hasil temuan tersebut, telah dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi.

“Penghentian sementara dapur SPPG Ujung Padang Rasian hingga ada keputusan resmi melalui sistem informasi kesehatan dan gizi nasional, Tauwas Care,” kata Yona Violiska. (Red/45)