Berita Utama

Aktif Awasi Sekolah, Aksi Sekdis Pendidikan Langkat Bikin Sejumlah Kepsek “Gerah”

8
×

Aktif Awasi Sekolah, Aksi Sekdis Pendidikan Langkat Bikin Sejumlah Kepsek “Gerah”

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Langkat, Aktifnya Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Langkat, Robert H Ginting, dalam mengawasi pusat pendidikan, disebut-sebut membuat sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) menjadi “gerah”.

Dimana, Robert cukup aktif turun langsung ke sekolah-sekolah diwilayah Kabupaten Langkat. Ironisnya, aksi Robert yang seharusnya menjadi tauladan itu, malah berbanding terbalik. Isu miring terhadap Robert pun beredar.

Menanggapi hal itu, Robert menegaskan bahwa setiap kunjungannya ke sekolah-sekolah semata-mata merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab sebagai pejabat dinas pendidikan.

“Kalau saya turun ke lapangan, itu murni tugas saya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan juga sebagai Ketua Tim BOS Kabupaten Langkat,” ujar Robert, dikutip, Senin (13/10/2025).

Menurut Robert, kegiatan turun langsung ke sekolah dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan terawat dengan baik.

Berbagai fasilitas mulai dari gedung sekolah, ruang belajar, hingga toilet (jamban) di sejumlah sekolah dasar (SDN) dan sekolah menengah pertama (SMPN) di wilayah Langkat, tak terlepas dari pantauannya.

“Kita ingin memastikan sekolah-sekolah di Langkat ini terawat dengan baik. Anak-anak didik harus merasa nyaman belajar di sekolahnya,” ujarnya.

Selain memeriksa kondisi fisik sekolah, Robert juga menegaskan pentingnya kehadiran kepala sekolah setiap hari di sekolah masing-masing. Ia menilai, kepala sekolah memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga kedisiplinan dan kualitas pendidikan.

“Untuk apa jadi kepala sekolah kalau sekolahnya tidak diperhatikan?. Kalau kepala sekolah jarang hadir, bagaimana nasib guru dan muridnya?,” tegasnya.

Ia mengakui, langkah aktifnya dalam melakukan pengawasan ke lapangan membuat sebagian oknum kepala sekolah merasa tidak nyaman. Namun, Robert menyebut hal itu merupakan konsekuensi dari upaya pembenahan sistem pendidikan di Langkat.

“Saya dengar ada yang merasa gerah dengan kegiatan saya ke lapangan. Tapi kalau mereka melaksanakan tugas dengan baik, tidak perlu merasa takut. Rawat sekolahnya, hadir di tempat tugasnya, itu saja,” katanya. (Red/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *