Berita Utama

Salurkan MBG Menu Alpukat Mentah, Kepala SPPG Medan Denai Minta Maaf

16
×

Salurkan MBG Menu Alpukat Mentah, Kepala SPPG Medan Denai Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Penampakan menu MBG di SMAN 21 Medan.

KOREKSI Medan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Denai Binjai 2, Andriko Nuwari Asisi ST, menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak SMA Negeri 21 Medan, terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan hingga menuai protes.

Dalam surat klarifikasinya, Andriko menyampaikan permohonan maaf atas menu MBG yang didistribusikan ke SMAN 21 Medan. Klarifikasi tersebut dilakukan dalam menindaklanjuti surat yang dilayangkan Kepala SMAN 21 Medan.

“Menindaklanjuti surat dari Kepala SMA Negeri 21 Medan dengan ini saya mengklarifikasi makan MBG yang saya distribusikan pada hari Rabu (25/2) berjumlah 942 porsi mengunakan totenbag sudah sesuai standar prosedur dengan paket MBG satu hari. Namun ada beberapa buah alpukat yang ditemukan belum matang dan kurma 5 biji/pack dalam keadaan bonyok/lembek,” ujarnya dalam surat tertulis, dilansir, Selasa (03/3/2026).

Menurutnya, kurma menjadi lembek/bonyok lantaran tertimpa totenbag. Dimana katanya, dalam 1 totenbag berisi 30 porsi.

“Menurut saya, kurma tersebut tertimpah/terhimpit oleh isi totenbag yang banyak. Maka karena hal tersebut, saya mewakili SPPG Medan Denai Binjai 2 meminta maaf kepada ibu Kepala SMAN 21 Medan atas kejadian tersebut, kedepannya saya akan meningkatkan kualitas dan pelayanan MBG agar lebih baik seperti yang diharapkan oleh sekolah-sekolah yang menerima MBG dari SPPG kami,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, para orangtua murid mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke para pelajar di SMA Negeri 21 Medan. Pasalnya, menu dalam program kebanggaan Presiden Prabowo itu, dinilai tak sesuai ekspektasi.

Sejumlah orangtua murid membongkar isi menu MBG yang dianggap jauh dari kata “bergizi”. Yakni, berisi dua potong roti kering, beberapa kurma lembek, dan 1 buah alpukat mentah.

“Apakah ini makanan yang dinamakan bergizi?. Buah alpukat memang bergizi kalau dimakan kondisi matang. Nah kalau dikonsumsi mentah malah jadi penyakit. Kurma nya pun sangat diragukan,” ujar salah satu orangtua murid yang enggan disebut namanya dan diamini sejumlah orangtua lainnya kepada media di Medan, Kamis (26/2/2026).

Mereka menaksir, menu MBG tersebut diperkirakan hanya menghabiskan uang dibawah dari Rp10 ribu. Padahal kata para emak-emak itu, menu MBG yang dibagikan seharusnya seharga Rp15 ribu/murid.

Menurut mereka, menu tersebut jauh dari harapan terhadap program yang mengusung pemenuhan gizi anak. Paket makanan yang dibagikan dinilai lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi untuk menunjang kebutuhan nutrisi anak.

Sebelumnya kata para ‘makhluk terkuat di bumi’ itu, menu MBG yang dibagikan pusat pendidikan tersebut juga cukup memprihatinkan. Yakni berupa telur bebek setengah matang hingga yang masih mentah.

“Sebelumnya, anak-anak kami mendapatkan menu telur bebek mentah. Ada yang mendapat telur bebek setengah matang, dan ada juga yang mendapat telur bebek matang,” ungkap mereka.

Mereka berharap, menu MBG yang dibagikan pada bulan Ramadhan ini lebih disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. (Red/06)