KOREKSI Toba, Nakhoda atau kapten kapal KMP Kaldera Toba berinisial TS (52) ditemukan tewas tergantung di gudang Wings Ramdor, Jum’at (20/2/2026). Diduga, korban tewas gantung diri. Meski begitu, Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan mengatakan, penemuan itu berawal dua Anak Buah Kapal (ABK) yang hendak mengambil helm miliknya dari gudang Wings Ramdor.
“Setelah memasuki ruangan tersebut, saksi melihat korban yang merupakan nahkoda kapal telah tergantung dengan menggunakan sehelai selimut di batang pipa besi yang melekat pada dinding gudang. Di mana sebelumnya pintu gudang itu dalam keadaan tertutup,” kata Libertius, Sabtu (21/2/2026).
Melihat hal itu, ABK tersebut langsung memberitahukannya kepada awak kapal KMP Kaldera Toba. Setelah itu, peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian.
Libertius mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi usai menerima informasi itu. Setelah melakukan olah TKP, petugas kepolisian membawa korban ke RSU Porsea.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, rekan-rekan korban memang tidak melihat keberadaan korban pada hari itu. Rekan korban sudah sempat mencari tahu keberadaan korban, tetapi tidak ada yang melihatnya. Bahkan, pintu kamar korban juga dalam keadaan tidak terkunci dan Hp korban terletak di atas meja yang berada di dalam kamar.
“Sepengetahuan rekan-rekan korban yang bekerja di KMP Kaldera Toba, korban tidak ada permasalahan pada pekerjaan korban sebagai nahkoda kapal dan juga terhadap rekan-rekan korban,” jelasnya.
Libertius menyebut, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan telah melakukan pemasangan ring di jantungnya. Hal itulah yang diduga menjadi motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Namun, kata Libertius, sejauh ini pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.
“Diduga, korban bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakit yang dialaminya, dimana sebelumnya korban menceritakan bahwa korban telah disarankan oleh dokter untuk dilaksanakan by pas pada bagian jantung korban. Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kejadian ini,” ujar Libertius. (Red/09)












