Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Perkuat Swasembada Protein, Holding Perkebunan Nusantara Dukung Hilirisasi Ayam Terintegrasi

3
×

Pemerintah Perkuat Swasembada Protein, Holding Perkebunan Nusantara Dukung Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Penyediaan lahan untuk hilirisasi ayam terintegrasi.

KOREKSI Jakarta, Pemerintah RI resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini diluncurkan secara serentak di enam daerah prioritas, termasuk Kalimantan Timur, sebagai upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menekan ketergantungan impor Parent Stock (PS) bagi koperasi, peternak, maupun UMKM.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembentukan ekosistem perunggasan yang berkelanjutan.

“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi serta menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agung Suganda.

Menindaklanjuti arahan nasional tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III/Persero) mengambil peran strategis dalam groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Dalam proyek dengan target investasi nasional hingga US$7 miliar (sekitar Rp117 triliun) di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini, manajemen PTPN IV menegaskan porsi keterlibatannya bersifat non-pembiayaan.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan bahwa PTPN IV tidak terlibat dalam pendanaan proyek tersebut. Peran perusahaan adalah menyediakan aset lahan (land preparation) yang siap guna, sementara pendanaan berasal dari ekosistem investasi yang dikoordinasikan Danantara.

“Pemerintah, melalui induk kami Danantara, sangat suportif dari sisi pendanaan dengan skema investasi strategis melibatkan BUMN Pangan. Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi,” tegas Ugun, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan bahwa model kemitraan yang diterapkan menempatkan PTPN IV sebagai penyedia lahan, sementara operasional teknis dan keahlian on-farm dijalankan oleh mitra, termasuk BUMN pangan seperti ID FOOD (PT Berdikari), dengan pelibatan koperasi, peternak, dan UMKM lokal.

Di lokasi groundbreaking Paser, proyek akan difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock (indukan ayam) yang terdiri dari 14 kandang modern berteknologi tinggi (closed house) dengan kapasitas 140.000 ekor indukan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Drs. Katsul Wijaya, M.Si., menyampaikan apresiasi atas penetapan Paser sebagai salah satu sentra produksi nasional. Menurutnya, kesiapan lahan PTPN IV menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut.

Proyek ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi luas (multiplier effect) dengan melibatkan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat sebagai offtaker maupun mitra dalam rantai pasok pakan dan distribusi. (Red/22)