KOREKSI Riau, Bagi pemuda Desa Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, sungai Tapung bukan sekadar aliran air yang membelah wilayah mereka. Sungai tersebut menyimpan potensi besar bagi penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selama ini, Sungai Tapung dikenal memiliki ekologi yang kaya, dengan aliran air yang tenang dan menjadi habitat berbagai jenis ikan endemik.
Berangkat dari potensi tersebut, pemuda Desa Tandun merancang pemanfaatan Sungai Tapung sebagai sumber pendapatan produktif. Gagasan itu diharapkan tidak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga menyediakan ruang kegiatan positif dan berkelanjutan bagi kalangan muda.
Inisiatif tersebut kemudian dikomunikasikan kepada PTPN IV Regional III, entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan stimulus ekonomi berupa bantuan keramba ikan lengkap dengan bibit ikan endemik untuk dikelola langsung oleh pemuda desa.
Tokoh Pemuda Desa Tandun, Haji Idang Suhaimi, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi titik awal bagi upaya pemuda membangun usaha berbasis potensi lokal. Pemanfaatan Sungai Tapung melalui budidaya ikan dinilainya memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Keramba dan bibit ikan ini akan kami kelola bersama oleh pemuda. Ini bukan hanya bantuan, tetapi peluang untuk membangun usaha yang berkelanjutan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat keduanya berbincang dengan media usai menerima secara simbolis bantuan Program TJSL PTPN IV Regional III Semester II di Region Office Pekanbaru, Riau.
Dalam kesempatan tersebut, PTPN IV Regional III menyalurkan dana TJSL senilai Rp2,16 miliar kepada para penerima manfaat dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan, hingga ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
Program keramba ikan di Sungai Tapung, lanjut Idang, dirancang tidak hanya untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Pemuda desa akan dilibatkan mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil panen.
“Kami berharap ini bisa menjadi cikal bakal UMKM desa. Selain menambah penghasilan, juga bisa menyerap tenaga kerja dari kalangan pemuda,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pengelolaan keramba ikan oleh pemuda menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan. Pemuda didorong belajar mengelola usaha secara kolektif, transparan, dan berorientasi jangka panjang.
Ia mengakui, kepercayaan yang diberikan perusahaan menjadi motivasi tersendiri. Dengan dukungan sarana dari PTPN IV Regional III, pemuda merasa didorong untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Ini kepercayaan besar bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bisa mengelola bantuan ini dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus diperkuat hingga ke tingkat unit kerja di lapangan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sekitar.
Atas nama pemuda dan masyarakat Desa Tandun, Haji Idang menyampaikan apresiasi kepada PTPN IV Regional III serta Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang dinilainya konsisten tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. (Red/22)












