KOREKSI Langkat, Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Langkat, khususnya warga yang bermukim disepanjang Sungai Batang Serangan tepatnya di Dusun 4 Sei Mati, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang dan warga Sei Mati, Dusun Pancuran Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, menyisahkan duka mendalam.
Bagi mereka yang bermukim disana, musibah banjir adalah hal yang biasa. Pasalnya, hampir setiap tahun mereka merasakan bencana alam tersebut. Kini, tentunya mereka menunggu keajaiban kapan bencana tersebut berhenti total sehingga tidak menghantui setiap tahunnya.
Fenomena ini sudah menahun dirasakan. Kondisi semakin diperparah oleh jebolnya tanggul dibeberapa titik yang sangat mengancam pemukiman warga.
Camat Sawit Seberang, Anoman Sip, ketika dikonfirmasi, Minggu (04/1/2026, terkait abrasi dampak air sungai Batang Serangan di Dusun 4 Alur Gadung, menyebut bahwa telah melaporkannya kepada pihak terkait.
“Itu sudah sejak beberapa tahun yang lalu dan sudah saya laporkan ke pihak terkait. Usai banjir lalu, kondisinya semakin parah dan warga disana terancam. Bahkan akses jalan utama juga nyaris putus. Kita menunggu respons dari Dinas PU Sumut, karena ini gawenya Sumut bukan Pemkab Langkat,” ujarnya.
Sementara itu, Ardiyan (45) warga setempat, mengaku sangat kuatir akan kondisi tersebut. “Kalau kami warga disini cuma bisa pasrah menunggu nasib,” ujarnya. (Red/22)












