KOREKSI Langkat, Bencana banjir yang melanda Pulau Sumatra pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam. Di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), banjir diduga akibat rusaknya hutan resapan bagian hulu Sungai Batang Serangan.
Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonedia (AMPI) Kabupaten Langkat, Zaid Lubis mengatakan, hutan resapan Sei Batang Serangan yang berada di sebelah hulu sungai dan seyogyanya menjadi ‘tameng’ kendali air dari gunung, kini telah gundul.
“Dalang” perusakan atau gundulnya ratusan hektar hutan resapan tersebut diduga adalah pihak PTPN I Regional 1. Akibatnya, debet air Sei Batang Serangan tidak dapat dikendalikan lagi.
Perubahan ekologi hutan resapan tersebut menyisakan duka ribuan warga yang bermukim dihilir sungai seperti Kecamatan Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang dan Tanjung Pura.
“Hal ini tidak bisa ditelolir lagi. PTPN I harus angkat kaki dari hutan itu dan kembalikan areal tersebut menjadi hutan resapan air,” tegas Zaid, Sabtu (27/12/2025).
Zaid juga mengancam bahwa pihaknya akan menggerakkan kekuatan dan menghimpun warga bersama-sama menempuh jalur hukum jalanan “street of justice”. Dan ini tidak dapat ditawar-tawar lagi. Saya beserta keluarga besar sudah menjadi korban keganasan bencana banjir tersebut,” tukasnya.
Dikatakannya, tanpa memandang siapa dan bagaimana selanjutnya, AMPI akan terus berada digaris terdepan hingga pihak perusahaan plat merah itu hengkang dari hutan resapan tersebut.
“Menurut pihak PTPN I, areal hutan itu masuk dalam penguasaan Hak Guna Usaha (HGU) mereka. Meski begitu, harus ada pembuktian. Jika pun benar masuk HGU, kita akan desak pihak instansi terkait segera membatalkannya. Jangan pertaruhkan HGU dengan nyawa manusia,” ucapnya tegas. (Red/04)










