Berita Utama

Jangan Biarkan Sperma Mengendap Lama, Bisa Bahaya

10
×

Jangan Biarkan Sperma Mengendap Lama, Bisa Bahaya

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Medan, Sejumlah ahli menegaskan, ejakulasi memiliki peran penting bagi kaum pria. Pasalnya, sperma yang terlalu lama mengendap atau tidak dikeluarkan, bisa berbahaya, hingga beresiko kanker prostat.

Pria yang sering melakukan ejakulasi setidaknya 21 kali dalam sebulan memiliki peluang sekitar 20 persen lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang jarang.

Dokter Spesialis Andrologi di Eka Hospital Family PIK, Christian Christoper Sunnu menjelaskan, sperma diproduksi setiap hari oleh tubuh pria dan memiliki siklus hidup terbatas di sistem reproduksi.

Jika terlalu lama tidak dikeluarkan, kualitas sperma dapat menurun dan berpotensi memicu gangguan kesehatan, salah satunya kanker prostat.

“Sperma setiap hari diproduksi rata-rata 8 juta. Sperma dihasilkan di buah zakar dan disimpan di epididimis yang bisa menyimpan maksimal sekitar dua minggu. Kalau tidak dikeluarkan, bisa menumpuk dan berbahaya,” ujar Sunnu.

Menurutnya, epididimis bukan tempat penyimpanan permanen. Selain berbahaya, sperma yang terlalu lama berada di sana juga dapat mengalami penurunan kualitas.

Meski tidak ada patokan medis pasti untuk mencegah kanker prostat, ia menilai ejakulasi dalam rentang satu hingga dua minggu sekali dapat membantu menjaga kesehatan sperma dan prostat.

Sunnu menjelaskan, sperma yang tidak dikeluarkan dalam waktu lama juga berpotensi mengalami proses kedaluarsa. Dalam kondisi tertentu, sperma yang terlalu lama berada di saluran reproduksi dapat berkontribusi terhadap pembentukan radikal bebas yang memicu peradangan.

“Sperma kalau tidak dikeluarkan bisa ‘expired’ dan akhirnya menjadi radikal bebas. Ini bisa memicu peradangan kronis yang berujung pada pembesaran prostat,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme pengeluaran sperma secara alami juga dipengaruhi oleh usia. Pada pria yang lebih muda, ejakulasi masih berjalan optimal.

“Usia muda 16-18 tahunan, mekanisme mimpi basah masih mudah. Tapi kalau sudah usia 30-40 tahunan, mekanisme mimpi basahnya biasanya sudah tidak sekuat itu,” ujar Sunnu.

Namun, ejakulasi yang terlalu sering juga tidak selalu menguntungkan bagi kualitas sperma. Menurutnya, ejakulasi setiap hari tidak ideal bila tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan sperma. “Ejakulasi sebaiknya tidak setiap hari karena tidak baik bagi kesehatan sperma,” ujarnya.

Karena itu, frekuensi ejakulasi tetap perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi pria sekaligus membantu pembuangan sperma yang sudah kedaluarsa. Sejumlah studi juga menyebutkan bahwa masturbasi yang terlalu sering dapat menurunkan sensitivitas penis.

Sunnu juga menyoroti gangguan prostat yang lebih sering terjadi pada pria usia 40 hingga 50 tahun, terutama mereka dengan gaya hidup sedentari atau kurang gerak.

“Pembesaran prostat sering terjadi di usia 40-50-an karena kurang gerak. Lemak tubuh tinggi, sementara massa otot rendah. Padahal proses ejakulasi membutuhkan kerja otot,” jelasnya.

Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti apakah ejakulasi saat berhubungan intim memiliki manfaat yang sama dengan masturbasi. (Red/31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *