Berita Utama

Mobil MBG Tabrak Pelajar SD, Puluhan Jadi Korban Termasuk Guru

12
×

Mobil MBG Tabrak Pelajar SD, Puluhan Jadi Korban Termasuk Guru

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Jakarta, Mobil berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) menerobos dan menabrak puluhan pelajar SDN 01 Pagi Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi.

Sekitar 20 pelajar SD yang tengah mengikuti sebuah kegiatan di lapangan sekolah serta seorang guru SDN 01 Pagi Kalibaru menjadi korban. Kini mereka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Wakil Kepala SDN 01 Pagi Kalibaru, Turah mengatakan, kejadian berlangsung saat para pelajar sedang duduk mengikuti kegiatan literasi di halaman sekolah.

“Tiba-tiba saja mobil MBG nabrak gerbang kami, kemudian langsung nabrak satu guru dan beberapa siswa,” ungkap Turah.

Padahal sambungnya, saat itu pintu gerbang dalam kondisi tertutup. Turah menyebut, mobil itu tidak melaju kencang, tetapi benturannya terasa kuat. Setelah menabrak pagar, mobil berbelok ke kiri dan melaju ke arah tempat para siswa sedang duduk.

“Mobil masuk, menabrak gerbang, banting ke sebelah kiri, langsung melaju sambil menabrak anak sama guru,” tuturnya.

Para korban merupakan siswa dari kelas 1 hingga kelas 4 yang sedang didampingi seorang guru. Turah tidak sempat berkomunikasi dengan pengemudi karena langsung memprioritaskan para anak didiknya.

Sementara, Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya menduga, insiden terjadi karena kelalaian sang pengemudi mobil. “Ini sangat mungkin ya, ini karena kelalaian. Namun demikian, kita tunggu hasil penyidikan apakah karena human error ataukah karena kendaraannya yang bermasalah,” katanya.

Pihak Satlantas Polres Jakarta Utara akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa faktor pengemudi maupun kondisi kendaraan.

“Nanti teknisnya apakah karena human error, apakah karena kelalaian pengemudi, apakah karena peralatan, apa kendaraannya sendiri yang tidak optimal gitu ya?. Tapi kalau saya lihat secara fisik kendaraannya bagus,” papar Sonny.

Sedangkan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut, mobil tersebut dikemudikan oleh sopir baru. Menurutnya, mobil itu memang datang setiap hari untuk mengantarkan makanan, tetapi pengemudinya bukan orang yang biasa bertugas.

“Kejadian mobil MBG yang memang sebenarnya setiap hari juga mengantar makanan di tempat itu karena sopirnya ganti,” kata Pramono.

Hingga saat ini, tercatat ada 21 korban luka akibat mobil MBG tabrak siswa. Pramono memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pramono memastikan, biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, termasuk korban yang membutuhkan tindakan operasi. (Red/44)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *