KOREKSI Medan, Meski semua orang berhak memperoleh pendidikan, namun faktanya tidak semua dapat menikmatinya. Pasalnya, saat ini akses terhadap pendidikan seringkali membutuhkan dukungan finansial.
Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran atau kelompok marginal?. Bagaimana agar pendidikan dapat menjangkau mereka, sementara kemampuan ekonomi mereka terbatas?.
Andre Tubecardo Doloksaribu, seorang aktivis muda sekaligus pendiri Organisasi Sikkola Rakyat, hadir dengan komitmen untuk menyediakan ruang belajar bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan, khususnya dalam bidang pendidikan.
Ia ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat marginal agar mereka dapat terus berkembang.
Tidak hanya untuk anak-anak, Sikkola Rakyat juga menyelenggarakan program pemberdayaan bagi para ibu. Tujuannya adalah membantu mereka menjadi lebih kreatif serta memperoleh pengetahuan baru untuk mengembangkan potensi diri.
Perjalanan Sikkola Rakyat tidak selalu mudah. Pada awalnya, Andre dan tim beberapa kali menghadapi penolakan. Namun ketekunan serta sikap pantang menyerah tim Sikkola Rakyat akhirnya membuat mereka diterima oleh masyarakat.
“Cara menyelesaikannya adalah dengan membangun hubungan dan pendekatan yang baik, mengambil hati masyarakat. Ketika mereka melihat bahwa niat kita positif, kita juga bisa berbaur anak-anak mendapat ruang belajar, dan para orangtua pun lama-kelamaan memahami serta menerima,” ujar Andre dalam keterangan tertulis, Rabu (03/12/2025).
Sebagai aktivis muda, Andre terus mendorong generasi muda lainnya untuk turut bergerak. Ia berharap mahasiswa tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi memanfaatkan masa kuliah untuk aktif berkontribusi selagi waktu dan kesempatan masih terbuka lebar.
“Nggak semua tentang aku, aku, dan aku. Anak muda sering disebut agent of change, tapi mana buktinya?. Hanya di masa mahasiswa kita bebas bereksplorasi dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Selagi masih ada waktu, ayo gabung dengan komunitas yang bikin kamu peduli pada masyarakat luas,” tukasnya.
Gerakan pengurangan sampah plastik merupakan salah satu contoh kegiatan yang dilakukan oleh Sikkola Rakyat selama satu bulan.
Mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 300 kilogram sampah plastik dan mengolahnya menjadi produk yang dapat digunakan kembali, dengan melibatkan warga sekitar untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup berkelanjutan.
Hal yang dilakukan Andre tentunya bukan sekadar kata, tetapi dibuktikannya langsung dengan harapan mampu menginspirasi masyarakat, khususnya kaum muda.
Meski usianya masih muda, kepedulian dan konsistensi Andre menjadikannya sosok yang patut diteladani. Ia ingin mengingatkan terutama para anak muda bahwa masih banyak pihak yang membutuhkan uluran tangan. (Red/03)






