Berita Utama

Guru Diminta Tegas Terhadap Murid Nakal Meski Anak Jenderal

7
×

Guru Diminta Tegas Terhadap Murid Nakal Meski Anak Jenderal

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Jakarta, Aksi tegas guru terhadap murid-murid nakal kerap berujung pada pemecatan hingga berakhir di meja hijau pengadilan. Ternyata, hal tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Dihadapan para guru dalam Puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Jum’at (28/11/2025) kemarin, Kepala Negara menilai, terkadang guru harus keras dan tegas terhadap murid-muridnya di sekolah.

“Guru-guru yang baik kadang-kadang harus tegas (ke murid). Karena anak-anak kita ya memang namanya anak-anak ada yang nakal, ada yang malas” kata Prabowo.

Prabowo menekankan, guru harus keras terhadap siswa karena terkadang ada siswa yang memang nakal, sehingga perlu ditertibkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Prabowo mengaku, saat masih kecil dirinya termasuk murid yang nakal. Namun Prabowo melihat, jika ia tidak dididik keras dan tegas oleh guru-guru di masa lalu, ia mungkin tidak bisa menjadi presiden.

“Untung udah jadi presiden tapi memang kalau guru-guru saya dulu enggak tegas gak keras sama saya, saya enggak bisa berdiri disini,” ujarnya.

Atas dasar itu, Prabowo meminta para orangtua untuk sedikit melakukan refleksi jika anak-anaknya dimarahi guru, karena bisa saja lantaran murid tersebut memang nakal.

“Jadi hai orangtua dimana-mana, kalau guru itu keras jangan-jangan anakmu yang nakal. Kalau anak nakal, terus dibiarkan nakal. dia enggak bisa jadi orang baik,” ungkapnya.

Prabowo juga menyoroti adanya fenomena murid yang terjadi kurang terbuka dengan guru-guru di sekolah seperti bergaul seperti jagoan, membanting pintu dan lain sebagainya.

Prabowo juga mengungkapkan, saat dirinya menjadi Menteri Pertahanan, ada sekolah dibawah Kementerian Pertahanan yang muridnya tidak sopan dengan guru-guru.

“Ada murid-murid yang jawab enggak sopan ke gurunya ada yang banting pintu langsung kepala sekolah memberhentikan anak itu tau-tau kepala sekolahnya agak grogi karena yang diberhentikan itu anak jenderal. Kepala sekolahnya telepon saya enggak usah ragu-ragu mana jenderal itu suruh menghadap saya aku tunggu-tunggu gak dateng-dateng juga,” ucap Prabowo.

Prabowo menegaskan, ketika ada anak dari keluarga petinggi seharusnya bisa bertindak dengan lebih sopan dan baik. Ia pun meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti untuk tidak bertindak ragu dalam melindungi guru-guru di Indonesia. (Red/23)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *