KOREKSI Medan, Sidang paripurna DPRD Kota Medan yang digelar, Senin (22/9/2025), jadi ajang kritik sekaligus apresiasi fraksi-fraksi terhadap R-APBD 2026 yang dipaparkan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Fokus utama sorotan mengerucut pada Kecamatan Medan Utara yang selama ini “dihantui” banjir rob dan menjadi kawasan kumuh.
Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Jusup Ginting Suka, menegaskan dukungan terhadap langkah Pemko Medan yang menggeser Rp250 miliar anggaran dari Dinas PKPCKTR ke Dinas SDABMBK. Dana itu diharapkan benar-benar diprioritaskan untuk pembenahan Medan Utara.
“Kami apresiasi rencana Pemko yang menargetkan 35 persen dari Rp250 miliar dialokasikan ke Medan Utara. Tapi jangan sekadar rencana, harus terealisasi supaya masyarakat bisa merasakan dampaknya,” tegas Jusup.
Selain infrastruktur, PDI-P juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui program UHC, penambahan ruang rawat inap, hingga pemerataan sarana pendidikan. Bahkan, fraksi ini menuntut agar beasiswa bagi 500 anak putus sekolah di Medan segera digulirkan.
Sementara, Fraksi NasDem melalui Antonius Devolis Tumanggor, mengingatkan agar Pemko tidak terjebak pada proyek-proyek seremonial, melainkan fokus pada program yang betul-betul menyentuh kebutuhan warga.
“Aspirasi masyarakat harus jadi jiwa dalam APBD. Jangan sampai anggaran besar, tapi tak memberi efek nyata bagi warga,” ujarnya.
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen itu, ditutup dengan penyerahan berkas pemandangan umum fraksi kepada Walikota Rico Waas.
Kini, publik Medan menanti apakah janji Rp250 miliar benar-benar akan menjawab problem klasik Medan Utara atau kembali hanya jadi jargon politik. (Red/03)










