Berita Utama

Dinkes Sumut Tunda Pembayaran Penanganan Pasien Covid-19 Rp18,9 Miliar

6
×

Dinkes Sumut Tunda Pembayaran Penanganan Pasien Covid-19 Rp18,9 Miliar

Sebarkan artikel ini

KOREKSI Medan, Kantor Hukum Suramin, SE, SH, MH & Partner, menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menunda pembayaran klaim biaya penanganan pasien Covid-19 senilai Rp18,9 miliar yang menjadi hak tenaga kesehatan (nakes) di RS Martha Friska Multatuli.

Melalui surat resmi bernomor 111/PH/IX/2025 yang ditujukan kepada Kepala Dinkes Sumut, kuasa hukum Suramin menyampaikan desakan agar pencairan dana klaim periode Juni–Juli 2020 segera ditindaklanjuti. Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian mengenai pembayaran tersebut.

“Kami menegaskan, hak tenaga kesehatan tidak boleh ditunda apalagi diabaikan. Mereka sudah berjuang di garda terdepan saat pandemi. Jangan sampai didzalimi dengan keterlambatan pembayaran,” tegas Suramin, SE, SH, MH, selaku penasihat hukum, dalam pernyataannya yang diterima, Senin (22/9/2025).

Dalam surat permohonan itu, Suramin meminta Dinkes Sumut memberikan data resmi terkait rincian usulan hak jasa penanganan pasien Covid-19 atas nama tenaga kesehatan klien.

Selain itu, status verifikasi dan proses pembayaran klaim, kendala atau alasan penundaan pencairan dana, serta data lain yang relevan dengan hak pembayaran tersebut.

Suramin menegaskan, jika dalam waktu 14 hari sejak surat diterima tidak ada jawaban, pihaknya siap menempuh jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Salah satunya adalah penggunaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sebagai bentuk pengawasan publik, surat itu juga ditembuskan kepada Menteri Kesehatan RI, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumut, Ketua DPRD Sumut, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Negara tidak boleh abai. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga hak-hak tenaga kesehatan benar-benar dibayarkan,” pungkas Suramin.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, saat dikonfirmasi, Senin, belum memberikan tanggapannya. (Red/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *