KOREKSI Malaka, Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial ABS diduga melakukan penganiayaan terhadap Alfonsius Leki (34), warga Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat.
Kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Dominggus Duran, menyatakan bahwa pihaknya telah menaikan status kasus tersebut ke tahap penyidikan.
“Kami sementara sudah membuat dan mengirimkan surat panggilan kepada korban (Alfonsius) dan saksi untuk dimintai keterangannya pada tahap penyidikan yang dijadwalkan pada hari Sabtu ini,” kata Dominggus, melansir kompas, Kamis (04/8/2025).
Dominggus mengaku telah meminta keterangan Ketua DPRD Malaka, ABS, pada tahapan penyelidikan beberapa waktu lalu.
“Nanti setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi dari pihak korban, kami akan bersurat untuk memanggil dan memeriksa terlapor (Adrianus) sebagai saksi dan para saksi dari pihak terlapor,” kata Dominggus.
Menurutnya, jika semua langkah itu sudah dilakukan, termasuk pemeriksaan ahli dalam hal ini dokter yang mengeluarkan hasil visum, pihaknya langsung melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. “Intinya proses tetap berjalan dan kami tetap profesional dalam menangani semua tindak pidana,” ucapnya.
Sebelumnya, ABS dilaporkan ke Polres Malaka terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Alfonsius Leki. Laporan itu masuk pada, Kamis (14/8/2025).
Berdasarkan keterangan Alfonsius saat melapor ke Polres Malaka, kejadian itu bermula saat Alfonsius menonton pertandingan sepakbola yang digelar di Lapangan Bola Misi Besikama, Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita.
Alfonsius yang duduk persis di belakang kursi para pemain cadangan, asyik memainkan handphone-nya (HP). Saat yang bersamaan, ABS sedang memegang botol minuman keras dan membagikannya kepada orang yang berada di sekitar bangku pemain cadangan.
ABS yang melihat Alfonsius sedang memainkan HP, menegur agar Alfonsius tidak memfoto atau memvideokan. ABS lalu menyimpan botol minuman keras dan mendekati Alfonsius.
Dia ingin mengambil HP milik Alfonsius, tetapi tidak diberikan. Karena kesal, ABS lalu memegang kerah baju Alfonsius dan meninjunya di pelipis sebelah kanan hingga mengalami bengkak. (Red/04)






