Berita Utama

Sejumlah Saksi Diperiksa Guna Ungkap Misteri Kematian Sekeluarga di Indramayu

13
×

Sejumlah Saksi Diperiksa Guna Ungkap Misteri Kematian Sekeluarga di Indramayu

Sebarkan artikel ini

Koreksi Indramayu, Hingga kini, pihak Kepolisian terus mengusut misteri kematian lima orang yang merupakan sekeluarga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejumlah saksi pun telah diperiksa.

Misteri penemuan lima orang sekeluarga termasuk bayi dan bocah berusia 8 tahun, yang terkubur dihalaman belakang rumah mereka di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, masih menjadi perhatian publik.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Inafis Polda Jabar, dan Polres Indramayu turut diterjunkan untuk memproses insiden tersebut.

Mereka membawa peralatan khusus untuk mengecek sidik jari, mendokumentasikan setiap sudut rumah, hingga mengambil sejumlah sampel dari lokasi. Di luar garis polisi, keluarga korban terlihat menyaksikan jalannya olah TKP.

Salah satunya, Roemah (57), kerabat almarhumah istri H. Sahroni. Ia berharap, polisi segera menemukan petunjuk baru. “Sadis banget sampai anak kecil juga ikut dihabisi (dihilangkan nyawanya), harapannya semoga pelaku cepat tertangkap biar dapat hukuman yang setimpal,” ucapnya, dikutip, Rabu (03/9/2025).

Peristiwa ini pertama kali terungkap, Senin (01/9/2025) sore. Lima korban ditemukan terkubur di halaman belakang rumah dua lantai milik keluarga H Sahroni. Mereka adalah H Sahroni (75), anaknya Budi (45), menantunya Euis (40), serta dua cucu yang masih kecil berusia sekitar 8 tahun dan bayi berumur 8 bulan.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno menjelaskan, jasad korban ditemukan setelah warga melaporkan bau busuk menyengat dari rumah tersebut.

Polisi lalu menemukan gundukan tanah di bawah pohon nangka. Saat digali, terlihat kaki salah satu korban yang masih menyembul dari balik tanah.

“Setelah dilakukan penggalian, ditemukanlah, diangkat sebanyak lima jenazah, yang mana terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak,” kata Tarno.

Roemah, kerabat korban, menjadi saksi awal penemuan. Ia bercerita sempat dimintai bantuan teman Euis yang curiga karena sejak pagi hingga sore tidak ada jawaban dari penghuni rumah.

Setelah bersama RT membuka paksa pintu, ia mencium bau busuk. Roemah sempat memeriksa seluruh ruangan, bahkan sampai kolong tempat tidur, tetapi tidak menemukan siapapun.

Kecurigaannya kemudian tertuju pada gundukan tanah di belakang rumah. Dengan pisau, ia mencoba mengorek dan mendapati mayat manusia. “Saya tuh lemes ininya (lututnya), ya Allah yang masih kecil juga dihabisi (dihilangkan nyawanya) semua,” ucap Roemah sambil menahan tangis.

Menurut keterangan polisi yang diterimanya, Budi ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sementara H. Sahroni dibekap sarung. Di dalam rumah, terdapat bercak darah di kamar tidur dan kamar mandi.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu cangkul, ember kecil, seprei biru dengan bercak darah, dan terpal biru yang juga terdapat noda darah.

Pihak Kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan sadis sekeluarga ini, termasuk kemungkinan hilangnya barang milik korban. (Red/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *